Satu Hari, Satu Paper: Membangun Budaya Publikasi Ilmiah
Menulis artikel ilmiah sering kali dipersepsikan sebagai proses yang rumit, panjang, dan melelahkan. Padahal, dengan pendekatan yang tepat, penulisan karya ilmiah dapat menjadi aktivitas akademik yang terarah, efektif, dan bahkan menyenangkan. Inilah semangat yang diusung dalam Workshop “Satu Hari Jadi Satu Paper” yang diselenggarakan oleh Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PDAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Workshop ini tidak sekadar menawarkan teori, tetapi menghadirkan pengalaman belajar yang praktis dan aplikatif. Melalui pendekatan bibliometrik berbasis VOSviewer, peserta diajak untuk melihat peta riset secara lebih jernih—menemukan celah penelitian, memahami tren keilmuan, dan merancang artikel ilmiah secara sistematis. Menulis tidak lagi dimulai dari kebingungan, melainkan dari data dan pemetaan yang terukur.
Kehadiran Prof. Muhammad Sholahuddin, S.E., M.Si., Ph.D., sebagai narasumber memberikan warna tersendiri dalam kegiatan ini. Pengalaman akademik dan publikasi yang dimiliki menunjukkan bahwa produktivitas ilmiah bukan semata persoalan bakat, tetapi soal disiplin, strategi, dan keberanian untuk memulai. Pesan “satu hari satu paper” menjadi simbol perubahan mindset: bahwa menulis adalah keterampilan yang bisa dilatih, bukan beban yang harus dihindari.
Lebih dari sekadar target menghasilkan satu draft artikel, workshop ini menjadi ruang refleksi akademik tentang pentingnya membangun budaya publikasi di lingkungan perguruan tinggi. Budaya menulis adalah jantung dari pengembangan ilmu pengetahuan, dan kegiatan semacam ini menjadi pengingat bahwa kualitas akademik tumbuh dari proses yang konsisten dan kolaboratif.
Melalui kegiatan ini, Program Doktor Pendidikan Agama Islam UMS menegaskan komitmennya dalam menumbuhkan tradisi akademik yang produktif, kritis, dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Satu hari mungkin terasa singkat, tetapi dari satu hari itulah sebuah kontribusi ilmiah bisa dimulai.
